Breaking News

Pandemi Covid-19, Pengrajin Kuningan Lesu

KUDUS-Sepanjang pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor penghasilan masyarakat lesu. Hal itu pun dialami Ahmad Fauzi (35) pengrajin kuningan warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus. Di tengah penerapan kebiasaan baru ini, orderan yang diterima Fauzi pun sepi. Padahal hasil dari jualan kerajinan berbahan kuningan itu merupakan sumber penghasilan utama keluarganya.


Ahmad Fauzi tengah membuat kerajinan tangan berbahan kuningan di rumahnya.

Pandemi Covid-19, Pengrajin Kuningan Lesu

‘’Sejak pandemi ini, hampir tidak orderan yang masuk, sehingga banyak karyawan yang dirumahkan,’’ kata Fauzi saat ditemui baru-baru ini. satumenitnews.com

Sebelum pandemi covid-19, Fauzi mengaku bisa mendapat banyak pesanan dengan berbagai bentuk kerajinan seperti pin, emblem, lencana dan berbagai varian kerjaninan kuningan lainnya. Bahkan sempat kewalahan penerima pesanan.

Lebih lanjut, hasil kerajinanya itu dikirim ke berbagai toko atau agen penjualan kerajinan kuningan di Jakarta. Sedang harga jualnya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 45.000 per buah.

‘’Kalau harga ecer menyesuaikan tingkat kerumitannya, atau menyeseuaikan pesanan pelanggan,’’ jelasnya.

Kendati demikian, Fauzi enggan menyerah demi menghidupi keluarganya. Dibantu adiknya, Lukman Hakim (25), mulai menggunakan media sosial (Medsos) untuk memasarkan kerajinanya. Tujuannya untuk mendongkrak pendapatan usahanya.

‘’Melalui medsos ini, mulai ada lagi orderan. Tetapi memang bulum banyak karena baru memulai,’’ tandasnya.

Dia meyakini, berjualan melalui marketplace atau medsos, usaha yang digelutinya bisa bangkit kembali. Sebab di era sekarang, banyak yang memanfaatkan medsos untuk berkegiatan hingga mencari barang yang diinginkannya.

‘’Meski belum seramai dulu (sebelum pandemi covid-19), adanya orderan ini bisa membangkitkan usaha kami,’’ ujarnya.

Lukman menambahkan, selain berjualan kerajinan kuningan, Ia juga mencoba membuka usaha kuliner yang tidak jauh dari rumahnya. Hal itu dilakukan untuk mencari tambahan penghasilan keluarganya, yang selama ini hanya bergantung pada hasil jualan kerajinan kuningan.

‘’Saya memulai bisnis sendiri dibidang lain, untuk membantu ekonomi keluarga,’’ pungkasnya. (red/e2)

Tidak ada komentar

Terbaru

Buat Game Of Hajj, Dua Siswi Cantik di Kudus Sabet Medali di 3 Ajang Internasional

KUDUS - Dua siswi cantik di Kabupaten Kudus berhasil menyabet medali di tiga ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) internasional berkat memb...